PEMKAB SORONG RESMI MELEPAS PESERTA KKN NUSANTARA DAN KOLABORASI DI KAMPUNG MAIBO
Kampus | Administrator | 22 Jul 2026
Sorong, 20 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Sorong secara resmi melepas peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara yang dirangkaikan dengan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kolaborasi di Kantor Bupati Sorong. Pelepasan dilakukan oleh Wakil Bupati Sorong, Sutejo, S.Pd., sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program kolaborasi perguruan tinggi yang dikoordinasikan oleh STAKN Mesias Sorong.
KKN Nusantara mengusung tema "Kolaborasi Perguruan Tinggi Membangun Kampung Menuju Masyarakat yang Mandiri, Inovatif, dan Berkelanjutan. Program ini melibatkan mahasiswa dari STAKN Mesias Sorong, IAIN Sorong, UNIMUDA Sorong, IAKN Manado, dan STAKPN Sentani yang akan melaksanakan pengabdian di Kampung Maibo, Kabupaten Sorong.
Dalam sambutannya, Ketua STAKN Mesias Sorong, Dr. Habel S. J. Rieuwpassa, M.Pd.K., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sorong atas dukungannya terhadap pelaksanaan KKN Nusantara. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi antarperguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi dan nilai-nilai moderasi beragama.
Sementara itu, Wakil Bupati Sorong, Sutejo, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan KKN Nusantara dan berharap para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi etika, menghormati adat dan budaya lokal, serta menjaga semangat gotong royong, kerukunan, dan moderasi beragama
Usai prosesi pelepasan, rombongan menuju Kampung Maibo dan disambut oleh pemerintah kampung bersama masyarakat melalui tarian adat sebagai simbol penghormatan, persaudaraan, dan penerimaan terhadap kolaborasi lintas perguruan tinggi yang hadir untuk mengabdi kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, STAKN Mesias Sorong bersama perguruan tinggi mitra berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan kampung yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkokoh nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, serta persatuan dalam bingkai kebhinekaan.